Tidak
sedikit perusahaan yang masih memilih untuk tidak aktif di jejaring social dari
pada bertahan dan memasarkan produk mereka disana. Sebagian dari mereka mengaku
belum siap untuk mendengarkan komentar-komentar buruk yang dilontarkan oleh
masyarakat mengenai produk mereka. Beberapa alasan mengapa mereka lebih memilih
untuk tutup telinga dari jejaring social adalah mereka takut bahwa hal-hal
buruk yang dilontarkan oleh masyarakat terhadap produk mereka akan merusak
reputasi perusahaan mereka. Mereka juga takut untuk menerima kebeneran dan
timbale balik yang kurang baik yang akan membuat mereka hilang kendali terhadap
pengendalian produk dan pandangan masyarakat terhadap produk tersebut.
Sebenarnya jalan yang mereka pilih bisa dikatakan
buruk. Kita menghasilkan suatu produk pasti dengan proses yang panjang. Dalam
proses tersebut, kita pasti berusaha semaksimal mungkin agar produk yang
dihasilkan memiliki kualitas sebagus mungkin. Dalam berbisnis, kita pasti tidak
main-main. Kita mencari peluang terbaik untuk mendapatkan produk sebaik mungkin
dan menjaring pelanggan sebanyak mungkin. Jika kita yakin bahwa produk kita
memiliki kualitas yang baik, mengapa harus takut menerima
kabar buruk dari
pelanggan?
Saat kita sudah berusaha semaksimal mungkin untuk
memproduksi produk kita, kita justru harus bersiap diri untuk menerima semua pujian
dari pelanggan dan masyarakat pada umumnya. Bayangkan jika seorang pelanggan
merasa puas sekali dengan produk kita dan ia menceritakannya kepada banyak
orang mengenai kebaikan produk kita. Berapa banyak orang yang akan ikut
mengkonsumsi produk kita? Tentu saja banyak.
Oleh karena itu, keaktifan kita di jejaring social
justru lebih menghasilkan banyak manfaat daripada kemadaratannya. Mengapa tidak
kita alihkan saja kekhawatiran kita pada keuntungan? Timbal balik dalam bentuk
komentar-komentar yang kurang baik yang dilontarkan dari para pelanggan dan
masyarakat umum di jejaring social, kita tangani dengan pelayanan yang baik dan
transparan. Pelanggan kita pintar kok memilih mana yang baik dan benar. Jika
kita memberikan pelayanan yang baik terhadap keluhan-keluhan mereka, kita tidak
perlu takut kehilangan mereka. Pada saat kita memberikan tanggapan keluhan dan
komentar mereka dengan pelayanan yang baik justru kita mendapat nilai lebih di
mata mereka. Dari hal ini, mereka yang tadinya tidak puas dengan produk kita
tidak menutup kemungkinan akan malah memuji kita atas pelayanan yang kita
berikan dalam menanggapi mereka. Selain itu, dari komentar-komentar tidak sedap
yang mereka lontarkan, kita bisa makin memperbaiki dan meningkatkan kualitas
produk kita.
Keuntungan lain mengenai keaktifan kita di jejaring
social adalah kita bisa mendengar apa yang masyarakat katakan mengenai produk
atau perusahaan kita. Ada berbagai macam aplikasi dan situs di internet yang
menyediakan pelayanan untuk menangkap setiap percakapan yang dilakukan oleh
masyarakat mengenai produk atau perusahaan kita. Kita hanya perlu mengetik
keyword yang kita akan cari, bisa mengenai nama brand, produk, atau perusahaan
kita. Lalu kita bisa menemukan kalimat-kalimat yang terlontar mengenai brand,
produk, atau perusahaan kita. Kalian perlu tahu bahwa komentar-komentar di
jejaring social terkadang dilontarkan tanpa paksaan dari pihak manapun. Para
pengguna akun hanya ingin mengungkapkan apa yang mereka rasa semata. Dari hal
ini, kita bisa ambil keuntungan bahwa kita bisa menggarisbawahi bagian produk
kita yang masih butuh mengalami perbaikan.
Bagaimana? Jejaring social sangat penting bukan
untuk pengembangan brand, produk dan perusahaan kalian?
No comments:
Post a Comment