Tuesday, 8 May 2012

Seberapa Pentingkah Sebuah Perusahaan Memantau Produknya Di Jejaring Social?



Tidak sedikit perusahaan yang masih memilih untuk tidak aktif di jejaring social dari pada bertahan dan memasarkan produk mereka disana. Sebagian dari mereka mengaku belum siap untuk mendengarkan komentar-komentar buruk yang dilontarkan oleh masyarakat mengenai produk mereka. Beberapa alasan mengapa mereka lebih memilih untuk tutup telinga dari jejaring social adalah mereka takut bahwa hal-hal buruk yang dilontarkan oleh masyarakat terhadap produk mereka akan merusak reputasi perusahaan mereka. Mereka juga takut untuk menerima kebeneran dan timbale balik yang kurang baik yang akan membuat mereka hilang kendali terhadap pengendalian produk dan pandangan masyarakat terhadap produk tersebut.

Sebenarnya jalan yang mereka pilih bisa dikatakan buruk. Kita menghasilkan suatu produk pasti dengan proses yang panjang. Dalam proses tersebut, kita pasti berusaha semaksimal mungkin agar produk yang dihasilkan memiliki kualitas sebagus mungkin. Dalam berbisnis, kita pasti tidak main-main. Kita mencari peluang terbaik untuk mendapatkan produk sebaik mungkin dan menjaring pelanggan sebanyak mungkin. Jika kita yakin bahwa produk kita memiliki kualitas yang baik, mengapa harus takut menerima 

kabar buruk dari pelanggan?
Saat kita sudah berusaha semaksimal mungkin untuk memproduksi produk kita, kita justru harus bersiap diri untuk menerima semua pujian dari pelanggan dan masyarakat pada umumnya. Bayangkan jika seorang pelanggan merasa puas sekali dengan produk kita dan ia menceritakannya kepada banyak orang mengenai kebaikan produk kita. Berapa banyak orang yang akan ikut mengkonsumsi produk kita? Tentu saja banyak.

Oleh karena itu, keaktifan kita di jejaring social justru lebih menghasilkan banyak manfaat daripada kemadaratannya. Mengapa tidak kita alihkan saja kekhawatiran kita pada keuntungan? Timbal balik dalam bentuk komentar-komentar yang kurang baik yang dilontarkan dari para pelanggan dan masyarakat umum di jejaring social, kita tangani dengan pelayanan yang baik dan transparan. Pelanggan kita pintar kok memilih mana yang baik dan benar. Jika kita memberikan pelayanan yang baik terhadap keluhan-keluhan mereka, kita tidak perlu takut kehilangan mereka. Pada saat kita memberikan tanggapan keluhan dan komentar mereka dengan pelayanan yang baik justru kita mendapat nilai lebih di mata mereka. Dari hal ini, mereka yang tadinya tidak puas dengan produk kita tidak menutup kemungkinan akan malah memuji kita atas pelayanan yang kita berikan dalam menanggapi mereka. Selain itu, dari komentar-komentar tidak sedap yang mereka lontarkan, kita bisa makin memperbaiki dan meningkatkan kualitas produk kita.

Keuntungan lain mengenai keaktifan kita di jejaring social adalah kita bisa mendengar apa yang masyarakat katakan mengenai produk atau perusahaan kita. Ada berbagai macam aplikasi dan situs di internet yang menyediakan pelayanan untuk menangkap setiap percakapan yang dilakukan oleh masyarakat mengenai produk atau perusahaan kita. Kita hanya perlu mengetik keyword yang kita akan cari, bisa mengenai nama brand, produk, atau perusahaan kita. Lalu kita bisa menemukan kalimat-kalimat yang terlontar mengenai brand, produk, atau perusahaan kita. Kalian perlu tahu bahwa komentar-komentar di jejaring social terkadang dilontarkan tanpa paksaan dari pihak manapun. Para pengguna akun hanya ingin mengungkapkan apa yang mereka rasa semata. Dari hal ini, kita bisa ambil keuntungan bahwa kita bisa menggarisbawahi bagian produk kita yang masih butuh mengalami perbaikan.

Bagaimana? Jejaring social sangat penting bukan untuk pengembangan brand, produk dan perusahaan kalian?

No comments:

Post a Comment