Tuesday, 1 May 2012

The ACCESS Model

Layaknya setiap hal pada umumnya, setiap strategi pun harus memiliki akses atau sering disebut jalan masuk. Tapi akses yang dibahas disini adalah ACCESS; sebuah akronim dari Audience, Concept, Competition, Execution, Social Media, dan Sales Viability. Mungkin keenam aspek ini bisa disebut sebagai rahasia sukses pada setiap perusahaan untuk penataan sebuah strategi. Keenam aspek ini memang sudah sering diadaptasikan oleh banyak pembuat strategi, dan mereka sudah merasakan manfaat dari menata perusahaannya dari enam aspek ini.

1.   Audience – Penonton

Pada saat kita membuat sebuah strategi, hal yang sangat penting yang harus kita perhatikan adalah Penonton. Siapa yang akan menjadi penonton kita akan sangat bergantung sekali dengan apa yang sudah kita siapkan. Jika Anda ingin membuat strategi mengenai hal-hal yang berkaitan dengan dunia masak dan dapur, tidak mungkin Anda akan menawarkan kepada komunitas yang hampir keselurahan anggotanya adalah para laki-laki. Meskipun ada kemungkinan bahwa para laki-laki di komunitas tersebut akan menyampaikan atau merekomendasikan hal yang Anda tawarkan tersebut kepada ibu, bibi, anggota keluarga atau teman perempuan mereka, hal tersebut tidak akan seefektif jika Anda menyampaikan strategi Anda langsung kepada komunitas yang mayoritasnya adalah kaum perempuan. Dalam hal ini, jika strategi yang sudah Anda buat lebih spesifik, Anda juga harus menyiapkan calon penonton yang lebih spesifik lagi. Anda pasti tidak akan menyiapkan strategi pemasaran popok wanita dewasa kepada para wanita yang umurnya dibawah 40 tahun. Meskipun ada kemungkinan yang bisa terjadi, namun tetap saja itu tidak akan sebegitu efektif.

2.   Concept – Konsep

Sebuah konsep sangat diperlukan sekali dalam bisnis. Konsep yang dibuat di sebuah strategi diperlukan agar strategi yang akan digunakan menjadi lebih terarah dan lebih rapi.

3.   Competition – Persaingan

Keberadaan pesaing dalam bisnis sangat menentukan strategi yang akan Anda lakukan. Saat Anda membuat sebuah strategi, setidaknya Anda harus bercermin kepada pesaing Anda. Anda tidak mungkin membuat strategi yang sama yang sudah dilakukan oleh pesaing Anda. Yang ada nantinya, Anda akan dipandang rendah oleh calon pembeli atau calon penonton Anda karena tidak memiliki daya kreatifitas yang tinggi. Keberadaan pesaing justru akan memberikan keuntungan tersendiri untuk kalian. Sebagian para perancang strategi justru berpendapat bahwa tidak ada kompetisi artinya tidak ada penonton.

4.   Execution – Pelaksanaan

Bisa dikatakan bahwa segi pelaksanaan adalah segi yang krusial. Semua hal yang telah dikonsepkan harus diperhatikan, bahkan harus lebih detil. Karena kesalahan yang sering terjadi adalah pelaksaan konsep yang telah direncanakan tidak berjalan sesuai konsep tersebut. Hal ini kerap kali diakibatkan oleh kurangnya memperhatikan hal-hal kecil yang bisa terjadi diantara poin-poin konsep yang telah direncanakan. Oleh karena itu, bagian ini menjadi bagian penting yang harus diperhatikan di dalam pembuatan suatu strategi.

5.   Social Media – Jejaring Sosial

Jejaring social adalah salah satu media yang bisa dimanfaatkan oleh seorang pemilik bisnis atau pengembang strategi untuk bisa berkomunikasi lebih dekat dengan penonton atau komunitas binsi kita. Keberadaan  media jejarang social memudahkan kita untuk menargetkan komunitas atau calon pembeli kita. Jika kita bisa menangani dengan baik jejaring social media, kita bisa dengan sangat mudah menembakkan peluru, yang dalam hal ini adalah produk kita, ke target pasar dan komunitas yang tepat.

6.   Sales Viability – Penjualan Kelangsungan Hidup

Setiap pengusaha pasti menginginkan bisnisnya berjalan dengan lancer dan bertahan lama. Namun tidak sedikit dari mereka tidak mengetahui strategi yang harus mereka lakukan untuk mempertahankan kelangsungan hidup bisnis mereka. Tidak sedikit juga dari mereka yang mengalami hal tersebut karena mereka kurang begitu mendalami lebih detil mengenai bisnis yang mereka jalani.

Pepatah bisnis berkata, “jika kita tidak yakin dengan bisnis yang sedang kita jalankan, lalu bagaimana bisa kita meyakinkan calon pembeli untuk membeli produk yang sedang kita bisniskan?. Terciptanya sebuah bisnis adalah dari apa yang kita jual. Jika belum ada satu barang pun yang terjual, maka bisnis kita tidak akan berjalan lama. Solusi untuk kelangsungan hidup disini adalah kita harus merancang strategi pemasaran yang lebih baik. Dari hal ini, mereview lagi poin-poin mengenai 4 pilar yang harus diperhatikan untuk strategi jejaring social, bahwa setidaknya kita memiliki komunitas atau penonton untuk bisnis yang sedang kita jalani. Dalam hal ini, ada 5 cara yang bisa kita lakukan untuk menyaring keuntungan dari komunitas bisnis kita, diantaranya adalah:

1.      Produk, pelayanan, dan informasi; aspek ini adalah aspek yang paling umum, bahwa kita harus memperhatikan ketiga aspek ini baik di dunia online maupun dunia offline.
2.      Perikalanan dan sponsorship; aspek ini adalah bentuk aspek yang memanfaatkan cara unik lain untuk lebih mendekatkan bisnis kita dengan komunitas yang terkait. Salah satunya adalah kerja sama dalam bentuk sponsorship, sehingga dalam hal ini bisnis kita bisa mendukung kegiatan yang diminati banyak orang di komunitas kita.
3.      Transaksi dan komisi; aspek yang mencakup pembayaran ini bisa kita modifikasi dengan memberikan pelayanan yang mudah bagi komunitas kita untuk melakukan transaksi dan mendapatkan komisi untuk para penjual produk dari bisnis kita. Semakin mudah proses pembayaran yang disediakan, maka akan membuat komunitas kita semakin nyaman untuk tetap menggunakan produk kita.
4.      Subscription (langganan); aspek ini bisa dimanfaatkan untuk membuat komunitas kita tetap mengetahui hal-hal terbaru mengenai bisnis kita. Dalam hal ini, jika bisnis yang kita garap memungkinkan untuk memproduksi media cetak, kita bisa memproduksi media cetak khusus yang isinya mengenai update-update terbaru bisnis kita. Tapi jika itu tidak memungkinkan, kita bisa menggunakan cukup dengan e-newsletetr yang dikirim via email ke komunitas kita.
5.      Freemium; aspek ini menunjukkan bahwa bisnis kita menyediakan sesuatu yang gratis (free), namun juka pembeli/pelanggan bisa mengupgrade hal tersebut menjadi kegiatan berbayar (premium) agar bisa mendapatkan hal yang lebih yang tidak bisa mereka dapatkan di situs manapun.
6.      SaaS; SaaS adalah akronim dari Software as a Service. Dalam hal ini, bisnis kita juga perlu menyediakan pelayanan-pelayanan yang membuat nyaman para pelanggan di komunitas kita dalam bentuk software.

(terinspirasi dari Social Media Bible)

No comments:

Post a Comment