1. Audience
– Penonton
Pada saat kita
membuat sebuah strategi, hal yang sangat penting yang harus kita perhatikan
adalah Penonton. Siapa yang akan menjadi penonton kita akan sangat bergantung
sekali dengan apa yang sudah kita siapkan. Jika Anda ingin membuat strategi
mengenai hal-hal yang berkaitan dengan dunia masak dan dapur, tidak mungkin Anda
akan menawarkan kepada komunitas yang hampir keselurahan anggotanya adalah para
laki-laki. Meskipun ada kemungkinan bahwa para laki-laki di komunitas tersebut
akan menyampaikan atau merekomendasikan hal yang Anda tawarkan tersebut kepada
ibu, bibi, anggota keluarga atau teman perempuan mereka, hal tersebut tidak
akan seefektif jika Anda menyampaikan strategi Anda langsung kepada komunitas
yang mayoritasnya adalah kaum perempuan. Dalam hal ini, jika strategi yang
sudah Anda buat lebih spesifik, Anda juga harus menyiapkan calon penonton yang
lebih spesifik lagi. Anda pasti tidak akan menyiapkan strategi pemasaran popok
wanita dewasa kepada para wanita yang umurnya dibawah 40 tahun. Meskipun ada
kemungkinan yang bisa terjadi, namun tetap saja itu tidak akan sebegitu
efektif.
2. Concept
– Konsep
Sebuah konsep sangat diperlukan
sekali dalam bisnis. Konsep yang dibuat di sebuah strategi diperlukan agar
strategi yang akan digunakan menjadi lebih terarah dan lebih rapi.
3. Competition –
Persaingan
Keberadaan pesaing dalam bisnis
sangat menentukan strategi yang akan Anda lakukan. Saat Anda membuat sebuah
strategi, setidaknya Anda harus bercermin kepada pesaing Anda. Anda tidak
mungkin membuat strategi yang sama yang sudah dilakukan oleh pesaing Anda. Yang
ada nantinya, Anda akan dipandang rendah oleh calon pembeli atau calon penonton
Anda karena tidak memiliki daya kreatifitas yang tinggi. Keberadaan pesaing
justru akan memberikan keuntungan tersendiri untuk kalian. Sebagian para
perancang strategi justru berpendapat bahwa tidak ada kompetisi artinya tidak
ada penonton.
4. Execution
– Pelaksanaan
Bisa dikatakan bahwa segi
pelaksanaan adalah segi yang krusial. Semua hal yang telah dikonsepkan harus
diperhatikan, bahkan harus lebih detil. Karena kesalahan yang sering terjadi
adalah pelaksaan konsep yang telah direncanakan tidak berjalan sesuai konsep
tersebut. Hal ini kerap kali diakibatkan oleh kurangnya memperhatikan hal-hal
kecil yang bisa terjadi diantara poin-poin konsep yang telah direncanakan. Oleh
karena itu, bagian ini menjadi bagian penting yang harus diperhatikan di dalam
pembuatan suatu strategi.
5. Social Media –
Jejaring Sosial
Jejaring social adalah salah satu
media yang bisa dimanfaatkan oleh seorang pemilik bisnis atau pengembang
strategi untuk bisa berkomunikasi lebih dekat dengan penonton atau komunitas
binsi kita. Keberadaan media jejarang
social memudahkan kita untuk menargetkan komunitas atau calon pembeli kita. Jika
kita bisa menangani dengan baik jejaring social media, kita bisa dengan sangat
mudah menembakkan peluru, yang dalam hal ini adalah produk kita, ke target
pasar dan komunitas yang tepat.
6. Sales
Viability – Penjualan Kelangsungan Hidup
Setiap pengusaha pasti menginginkan
bisnisnya berjalan dengan lancer dan bertahan lama. Namun tidak sedikit dari
mereka tidak mengetahui strategi yang harus mereka lakukan untuk mempertahankan
kelangsungan hidup bisnis mereka. Tidak sedikit juga dari mereka yang mengalami
hal tersebut karena mereka kurang begitu mendalami lebih detil mengenai bisnis
yang mereka jalani.
Pepatah bisnis berkata, “jika kita
tidak yakin dengan bisnis yang sedang kita jalankan, lalu bagaimana bisa kita
meyakinkan calon pembeli untuk membeli produk yang sedang kita bisniskan?.
Terciptanya sebuah bisnis adalah dari apa yang kita jual. Jika belum ada satu
barang pun yang terjual, maka bisnis kita tidak akan berjalan lama. Solusi
untuk kelangsungan hidup disini adalah kita harus merancang strategi pemasaran
yang lebih baik. Dari hal ini, mereview lagi poin-poin mengenai 4 pilar yang
harus diperhatikan untuk strategi jejaring social, bahwa setidaknya kita
memiliki komunitas atau penonton untuk bisnis yang sedang kita jalani. Dalam
hal ini, ada 5 cara yang bisa kita lakukan untuk menyaring keuntungan dari
komunitas bisnis kita, diantaranya adalah:
1. Produk,
pelayanan, dan informasi; aspek ini adalah aspek yang paling umum, bahwa kita
harus memperhatikan ketiga aspek ini baik di dunia online maupun dunia offline.
2. Perikalanan
dan sponsorship; aspek ini adalah bentuk aspek yang memanfaatkan cara unik lain
untuk lebih mendekatkan bisnis kita dengan komunitas yang terkait. Salah
satunya adalah kerja sama dalam bentuk sponsorship, sehingga dalam hal ini
bisnis kita bisa mendukung kegiatan yang diminati banyak orang di komunitas
kita.
3. Transaksi
dan komisi; aspek yang mencakup pembayaran ini bisa kita modifikasi dengan
memberikan pelayanan yang mudah bagi komunitas kita untuk melakukan transaksi
dan mendapatkan komisi untuk para penjual produk dari bisnis kita. Semakin
mudah proses pembayaran yang disediakan, maka akan membuat komunitas kita
semakin nyaman untuk tetap menggunakan produk kita.
4. Subscription
(langganan); aspek ini bisa dimanfaatkan untuk membuat komunitas kita tetap
mengetahui hal-hal terbaru mengenai bisnis kita. Dalam hal ini, jika bisnis
yang kita garap memungkinkan untuk memproduksi media cetak, kita bisa
memproduksi media cetak khusus yang isinya mengenai update-update terbaru
bisnis kita. Tapi jika itu tidak memungkinkan, kita bisa menggunakan cukup
dengan e-newsletetr yang dikirim via email ke komunitas kita.
5. Freemium;
aspek ini menunjukkan bahwa bisnis kita menyediakan sesuatu yang gratis (free),
namun juka pembeli/pelanggan bisa mengupgrade hal tersebut menjadi kegiatan
berbayar (premium) agar bisa mendapatkan hal yang lebih yang tidak bisa mereka
dapatkan di situs manapun.
6. SaaS;
SaaS adalah akronim dari Software as a Service. Dalam hal ini, bisnis kita juga
perlu menyediakan pelayanan-pelayanan yang membuat nyaman para pelanggan di
komunitas kita dalam bentuk software.
(terinspirasi
dari Social Media Bible)
No comments:
Post a Comment