Tuesday, 15 May 2012

4 Kunci Sukses Mengembangkan Usaha


Sekitar beberapa minggu yang lalu, saya mengikuti sebuah acara diskusi yang bertemakan Social Media dan Marketing. Pada saat itu, pembicaranya adalah Pak Blontank Poer, pemilik Blontea, teh tradisional khas Indonesia yang sudah berkembang dan mencapai target menjadi teh kelas atas di Indonesia. Ada 4 hal yang beliau sharing mengenai kunci sukses beliau. Keempat hal tersebut akan saya rangkum dan paparkan disini.

Networking

Pada saat kita membuat suatu produk, yang harus kita targetkan adalah “kepada siapa kira-kira saya harus memasarkan produk ini?”. Karena  Pak Poer ini sangat percaya diri akan kualitas produknya, ia akhirnya menawarkan produknya ke salah satu orang besar di daerahnya. Karena orang tersebut sangat puas dengan teh Blontea milik Pak Poer ini, akhirnya ia memasarkan produk tersebut secara tidak langsung. Ia membawa teh tersebut kemanapun ia pergi. Sampai akhirnya, rekan-rekan dari orang besar tersebut banyak menanyakan hal-hal mengenai produk the tersebut. Dalam waktu yang tidak lama, akhirnya Pak Poer kebanjiran orderan. Ia harus menggandakan produksi the Blontea miliknya itu.

Dari sini kita bisa belajar bahwa networking adalah salah satu modal utama dalam berwirausaha. Modal tidak harus selalu uang. Networking adalah modal yang cukup mahal yang tidak semua orang memilikinya. Oleh karena itu, mulai dari sekarang kita harus memperluas jaringan usaha kita sampai kemanapun. Berkenalan dengan orang banyak adalah merupakan social investment atau investasi social di dalam kehidupan bermasyarakat. Jadilah orang yang jujur dan bertutur kata baik kepada siapapun. Kita tidak akan pernah tahu jika suatu saat nanti kita akan membutuhkan orang itu untuk mengembangkan usaha kita.

Satisfactory: Quality Product

Kalian memiliki networking yang bagus dan luas? Jangan senang dulu. Memiliki networking yang bagus dan luas tidak menjamin usaha kita akan berjalan mulus. Ingat. Kunci utamanya ada pada produk kalian. Coba kita pikirkan, apa yang akan kalian sampaikan dan kalian bawa kepada orang-orang yang ada di networking kalian? Produk kalian, bukan? Sekarang kalian bayangkan jika produk kalian kurang memuaskan, akankah seseorang yang berpengaruh yang menerima produk kalian menyampaikannya lagi ke rekan-rekannya? Tidak akan. Syukur jika ia hanya diam dan tidak menyampaikan keburukan dari produk kita ke rekan-rekannya, namun bagaimana jika justru ia menyampaikan complain dan keburukan produk kita ke rekan-rekannya dan bukan menyampaikannya langsung ke kita sebagai pihak yang memproduksi produk tersebut? Hal tersebut pasti akan menjadi boomerang bagi kita. Oleh karena itu, sebelum memasarkannya ke masyarakat luas, pastikan dulu bahwa produk kita ini layak menjadi pujaan di hati masyarakat, memiliki kualitas yang baik, dan memuaskan, sehingga orang yang menerima atau mengkonsumsi produk kita pun akan dengan bangga menyebarkannya ke orang lain.

Satisfactory: Service

Hampir sama dengan satisfactory, disini kita sebagaimana mungkin harus bisa memuaskan para pelanggan dengan produk yang kita hasilkan. Bisa kita bilang bahwa service adalah bagian dari satisfactory. Kita sudah membahas satisfactory dari segi kualitas produk. Namun disini yang akan saya bahas adalah pelayanan yang berhubungan dengan kesetiaan para pelanggan.

Sekarang kita bayangkan jika produk yang kita pasarkan adalah produk terbaik, dan networking yang kita miliki merupakan networking yang baik dan luas. Namun apakah para pelanggan kita akan tetap setia menggunakan atau mengkonsumsi produk kita jika pelayanan yang kita berikan kurang baik. Mungkin jika memang mereka hanya mengarah pada produk kita karena kualitas produk kita baik, akan tetap setia memakai atau mengkonsumi produk kita. Tapi setianya mereka mungkin akan habis waktunya jika pelayanan yang mereka terima tidak memuaskan mereka. Jika ada produk yang lebih baik atau minimal sama baik kualitasnya dari produk kita dengan pelayanan yang baik, mungkin pada akhirnya mereka akan beralih juga. Oleh karena itu, pelayanan juga harus diutamakan untuk mengembangkan usaha kalian.

Chance

Ada pepatah mengatakan bahwa marketing adalah omong kosong. Eitsss.. Jangan berburuk sangka terlebih dahulu. Maksud pepatah disini adalah “marketing adalah omong kosong, jika tidak ada kreatifitas di dalamnya.” Jadi marketing adalah mengenai kekreatifan seseorang dalam memasarkan produknya. Dalam hal ini, pemilik the Blontea ini memanfaatkan kesibukan warga Jakarta sebagai target pengembangan usahanya. The yang beliau produksi adalah the kelas atas. Itulah mengapa, hampir 90% pelanggan the Blontea ini adalah warga Jakarta karena orang-orangnya dikenal sebagai businessman dan businesswoman. Pak Poer ini memanfaatkan celah yang ia temukan di pasar. Orang Jakarta itu terkenal dengan kesibukannya. Dengan ide yang brilian, ia akhirnya mengembangkan sayap usahanya dengan menambahkan delivery service. Orang yang sudah sibuk, pasti akan mencari kesenangan yang instan. Para pengusaha dan pekerja di Jakarta pasti tidak ingin membuang-buang waktunya hanya untuk membeli the, meskipun the yang akan ia konsumsi adalah the khusus. Mereka lebih memilih delivery service untuk mengantarkan produknya sampai di rumah. Bisa kita bayangkan jika calon pelanggan hanya berniat coba-coba karena ia bisa menikmati the hanya dengan menelpon saja ke bagian delivery servicenya. Namun ternyata, the yang ia teguk itu sangat nikmat sekali sampai akhirnya ia ketagihan. Berawal dari kemudahan yang ditawarkan,  yang tadinya hanya coba-coba, karena produknya memang memuaskan ia jadi berlangganan sampai sekarang. Dengan peluang ini, akhirnya Pak Poer pun bisa mengembangkan usahanya sampai saat ini. Dari sini kita belajar bahwa pengusaha itu harus cerdas melihat peluang. Siapa cerdas, dia untung.

Itu tadi 4 kunci sukses untuk mengembangkan usaha kalian. Coba cek proses usaha kalian, apakah usaha kalian sudah memiliki 4 aspek diatas dan menjalankannya secara baik? Jika belum, ayo mulai dari sekarang juga!

No comments:

Post a Comment